DIGITAL SUBMISSION
Light Mode
1
IKO
2
JSA
3
ADL
4
APE
5
IPB
6
Review
IKO
Izin Kerja Kontraktor
Isi semua field wajib sebelum melanjutkan
JSA dan ADL adalah dokumen lampiran wajib. Jika area GMP, form APE juga wajib diisi. Centang Pekerjaan Berbahaya untuk memunculkan form IPB yang sesuai.
Identitas Pekerjaan
— pilih Plant & Tgl Mulai —
Format: 001/IKO_[KodePlant]/[Bln Romawi]/[Tahun]
— Pilih lokasi —
Pilih semua area yang relevan. Pilih "Others" untuk input manual.
Identitas Kontraktor
Harus 10–13 digit angka
Harus 10–13 digit angka
Identitas User Internal
Harus 10–13 digit angka
Area GMP ?
Ya
Tidak
🍃 Area GMP dipilih — form APE wajib diisi setelah ADL. Email notifikasi akan dikirim ke tim QA.
Pekerjaan Berbahaya
🔴 Pekerjaan berbahaya dipilih — form IPB wajib diisi pada langkah 5.
Dokumen Lampiran JSA ✗ ADL ✗
⚠️JSA dan ADL wajib dicentang. Jika ada pekerjaan berbahaya, IPB juga wajib. Jika ada bahan kimia, MSDS juga wajib.
Kebutuhan Utility
Sistem yang Akan Terganggu
Deskripsi Project
Barang & Peralatan
JSA
Job Safety Analysis
APD wajib + analisa keselamatan per aktivitas
Pilih APD wajib, lalu isi analisa keselamatan. Minimal 1 baris aktivitas.
Alat Pelindung Diri (APD) Wajib
Upload Sertifikat Kompetensi
Upload sertifikat kompetensi yang relevan. Sertifikat akan dilampirkan ke email notifikasi bersama PDF permit. Format yang diterima: PDF, JPG, JPEG, PNG · Maks. 2MB per file.
🏗 SIO Forklift / Crane
Format:PDFJPGJPEGPNG· Maks. 2 MB
🧗 Sertifikat Bekerja Ketinggian
Format:PDFJPGJPEGPNG· Maks. 2 MB
🔧 Sertifikat Welder
Format:PDFJPGJPEGPNG· Maks. 2 MB
📄 Sertifikat Lainnya (Others)
Format:PDFJPGJPEGPNG· Maks. 2 MB
Analisa Keselamatan Pekerjaan
No. Aktivitas Potensi Bahaya Pengendalian Bahaya Penanggung Jawab Keterangan
ADL
Analisa Dampak Lingkungan
Identifikasi potensi pencemaran dan pengendaliannya
Isi setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan dampak lingkungan. Pengendalian harus linear dengan jenis pencemaran. Minimal 1 baris.
No. Aktivitas Potensi Pencemaran ?
Potensi Pencemaran Lingkungan

Identifikasi kemungkinan dampak dari aktivitas:

Limbah cair — oli, kimia, air kotor ke drainase
Limbah padat — sisa material, kemasan B3
Emisi gas/asap — uap kimia, asap las, debu
Kebisingan — suara mesin ke lingkungan sekitar
Pencemaran tanah — tumpahan bahan berbahaya
Pengendalian ?
Pengendalian Pencemaran

Pengendalian harus linear dengan potensi pencemaran:

• Tumpahan oli → oil absorbent + tanggul darurat
• Limbah B3 → wadah tertutup berlabel, serahkan ke pengelola B3
• Debu → barikade + penyiraman berkala
• Asap las → exhaust fan + ventilasi
• Kebisingan → batasi jam kerja, koordinasi area sekitar
Penanggung Jawab Keterangan
APE
Analisa GMP Pihak Eksternal
Wajib diisi untuk pekerjaan di Area GMP
IPB
Izin Pekerjaan Berbahaya
Wajib diisi sesuai jenis pekerjaan berbahaya yang dipilih
REVIEW
Review & Submit
Periksa kembali sebelum pengiriman
Work Permit Submitted!
Permit berhasil dikirim. Tim QHSE akan melakukan verifikasi.
IKO-2026-XXXX
Simpan nomor referensi ini untuk tracking permit Anda.
List Work Permit
Klik 👁 untuk preview · Klik ⬇ untuk download PDF summary
📋
Work Permit
Total submitan
🍃
APE
Area GMP
🔴
IPB
Pekerjaan berbahaya
Semua Tahun
Semua Bulan
Semua Plant
Klik "List Work Permit" di header untuk memuat data...
⏳ Memuat detail permit...
Tindakan Pengendalian Kontaminasi

Pengendalian harus linear / sesuai dengan potensi kontaminasi yang teridentifikasi:

• Debu/partikel ke produk → pasang barrier/tirai plastik, tutup peralatan produksi
• Tumpahan kimia ke area produksi → siapkan spill kit, isolasi area
• Serpihan material ke WIP → lapisi mesin / jalur produksi dengan cover
• Kontaminasi ke bahan kemas → pindahkan atau tutup rapat stok kemasan
• Alat produksi kotor → sanitasi ulang alat sebelum digunakan kembali
Potensi Kontaminasi GMP

Kontaminasi yang mungkin terjadi pada:

Bahan Baku — material mentah terpapar debu, serpihan, atau kimia
Bahan Kemas — kemasan terkontaminasi partikel asing
WIP — produk setengah jadi yang berisiko tercemar
Alat bantu produksi — mesin/perkakas bersentuhan dengan produk
Area Kerja GMP

Sebutkan dengan jelas lokasi area kerja, misalnya:

• Ruang Produksi
• Gudang Bahan Baku
• Gudang Kemasan
• Logistik / Staging Area
• WIP Area
• Atau area spesifik lainnya di dalam zona GMP
Apa itu Area GMP?

GMP (Good Manufacturing Practices) adalah standar produksi yang memastikan produk dibuat secara konsisten, aman, dan bebas dari kontaminasi.

Area GMP adalah zona di dalam fasilitas produksi yang tunduk pada persyaratan kebersihan dan keamanan pangan ketat, seperti:

• Ruang Produksi
• Lab QC / Mikro / Kimia
• Gudang Bahan Baku & Kemas

Pekerjaan di area ini wajib mengisi form APE untuk identifikasi risiko kontaminasi.
Tingkat Pekerjaan: Minor vs Major

Dalam konteks GMP, tingkat pekerjaan menentukan seberapa besar risiko kontaminasi terhadap produk:

Minor — pekerjaan ringan, risiko kontaminasi rendah.
Contoh: penggantian lampu, perbaikan kecil peralatan, pengecatan dinding luar area produksi.

Major — pekerjaan besar, risiko kontaminasi tinggi atau dapat mengganggu alur produksi.
Contoh: instalasi mesin baru, pekerjaan sipil / bongkar-pasang struktur, perbaikan sistem HVAC di dalam ruang produksi.
Alat dan Bahan yang Digunakan

Sebutkan semua alat dan bahan yang dibawa atau digunakan selama pekerjaan berlangsung di area GMP, misalnya:

• Alat: bor listrik, gerinda, tangga, selang air, scaffolding
• Bahan: cat, thinner, oli, lem, semen, cairan kimia, kawat las

Informasi ini penting untuk identifikasi potensi kontaminasi produk.